Oleh: Syaripudin Zuhri
Tak ada kata menyerah dalam belajar dan berkarya. Tak ada kata putus
asa untuk belajar sesuatu yang baru. Tak ada kata mundur untuk mencapai
kemajuan. Terus bergerak dan berusaha sebisa mungkin, maju terus pantang
mundur! Ayo bangkitlah!
Betapa banyak orang yang biasa-biasa saja pada awalnya, tapi karena
semangatnya tinggi dan terus berusaha dan berjuangan menggapai apa yang
dicita-citakan, pada akhirnya kesuksesan diraihnya. Apapun kata
orang, bukan halangan untuk maju. Apapun pendapat orang, bukan batu
sandungan yang mesti ditakuti. Apapun caci maki, hinaan orang atau
mungkin ” dikecilkan ” atau ” disalahartikan ” bukan hantu yang
menakutkan. Maju terus dan jangan menyerah!
Kerikil-kerikil tajam atau duri-duri yang berserakan sepanjang jalan
kalau memang itu ada dihadapanmu, jangan mundur! Kalau perlu
berdarah-darah dan terluka, jangan takut. Darah dan luka adalah asam
garam kehidupan. Ayo bangkit terus dan bergerak maju.
Bekerja, berkarya dan berusaha dalam menempuh hidup dan kehidupan di
mana saja adalah sama, akan ditemukan kesulitan, hambatan, rintangan,
ujian, cobaan yang tida henti-hentinya, semakin tinggi karyamu dan
usahamu, biasanya kesulitan, hambatan, rintangan, ujian, cobaannya juga
semakin tinggi.
Ibarat pohon yang semakin tinggi, angin yang menghempasnya juga semakin kencang,
bahkan bukan angin, namun sudah menjadi badai! Bila akarnya tidak kokoh
dan kuat, maka pohon itu akan terhempas badai, patah, tumbang dan
hencur berantakan.
Akar yang kokoh dan kuat itu adalah iman, energi iman akan membuat
kokoh dan kuatnya seseorang dalam menghadapi berbagai macam cobaan dan
ujian hidup. Iman yang kokoh dan kuat ibarat batu karang
ditengah hempasan badai laut yang ganas, dia akan tetap berdiri, tak
bergeser seincipun!
Bukan akhir perjalanan yang penting, jadi apapun kamu bukan masalah,
tapi proses dalam perjalanan itu yang penting. Jangan menyerah dalam
perjalanan, betapapun sulit dan melelahkan perjalanan tersebut. Tiada
kesuksesan bila kamu tetap diam dan pasif, tidak melangkah dan tidak
bergerak.
Yang sudah berjalan jauhpun belum tentu sampai ke tempat tujuan, apa
lagi yang tidak pernah berjalan, tidak pernah bergerak. Hidup penuh
dengan tantangan, ujian dan cobaa! Emas berlian yang dipakai dalam
mahkota para raja dan ratu, mulanya adalah bongkahan, yang kemudian
digosok, diasah, dibakar, dipanaskan dan sebagainya.
Coba lihat genteng yang di atas rumah, itu awalnya adalah tanah yang
injak-injak manusia kebanyakan, lalau mengapa bisa di atas? Genteng yang
di atas rmah sudah mengalami cobaan, ujian, rintangan, hambatan dan
lain sebagainya. Lihat saja bagimana tanah sebelaum menjadi genteng.
Tanah itu dicangkul, diinjak-injak, diaduk-iaduk dengan air,
dibanting-banting, dicetak, lalu di bakar, setelah itu dijemur. Masih
belum selesai, dibawa ke matrial, diperjualbelikan, dan ketika akan naik
ke atas setelah mengalami berbagai macam tahap, masih ada yang pecah
saat di lemparkan ke atas, saat dijemur retak-retak, saat diangkut dan
bergesekan dengan sesama genteng. Jadi “memang tidak semua genteng bisa sampai ke atas rumah! Hanya genteng yang sudah teruji yang bisa sampai ke atas!”
Begitu juga manusia, untuk sampai di puncak atau di atas, maka yang
tak tahan menghadapi berbagai macam hambatang, rintangan, ujian, cobaan,
hinaan, caci maki, sumpah serapah dan seterusnya ya akan tetap di bawah
dan atak akan pernah sukses, sukses dalam arti sempit maupun sukses
dalm arti luas. Pilihannya sekarang, apakah ingin menjadi manusia
sukses? Jika jawabannya “iya”, maka harus siap menghadapi berbagai macam
cobaan, ujian ataupun hinaan. Tak ada jalan kesuksesan semulus jalan
tol! Jalan tol saja masih ada kelokannya, masih bisa macet, bahkan bisa
macet total.
Dan ibarat di jalan tolpun, yang jalan sudah begitu mulus, kecelakaan
yang menimbulkan tabrakan maut tak kurang-kurangnya. Jadi di manapun
perjalanan kehidupan ada saja rintangannya, ada saja hambatannya, ada
saja ujiannnya, ada saja hinaannya, ada saja orang-orang yang tak suka,
iri hati, dengki dan lain sebagainya. Kebanyakan manusia memang
seringkali, ini sering saya ungkapkan, senang melihat orang susah, dan susah melihat orang senang! Itu karena banyaknya penyakit hati yang ada di dalam diri manusia.
Bila ada orang sukses, bukannya senang, tapi susah dan
mengunjingkannnya, bukannya ikut senang dan mendorongnya untuk tetap
maju dan berusaha terus dalam karya. Begitulah kebanyakan manusia, coba
saja lihat, jika ada berita buruk lebih banyak dibaca di media cetak
atau media elektronik. Namun bila ada berita baik mengenai seseorang,
berita tersebut tak dibaca.