Showing posts with label General. Show all posts
Showing posts with label General. Show all posts

Tuesday, 16 May 2017

Berwisata ke Sungai Silau, Dari Asahan ke Tanjung Balai

 Sumber : https://www.semedan.com/2016/06/berwisata-ke-sungai-silau-dari-asahan-ke-tanjung-balai.html


Pernah mendengar Sungai Silau? Sungai Silau merupakan sungai besar yang membentang dari ujung selatan Kabupaten Asahan, bermuara di Kota Tanjung Balai untuk selanjutnya mengalir ke Selat Malaka. Bagi masyarakat Tanjung Balai, Sungai Silau memiliki posisi tersendiri dalam sejarah terbentuknya kota tersebut.
Menurut sejarah, ketika Kesultanan Aceh dan Kesultanan Asahan bertemu untuk mengadakan perjanjian perdamaian, Sultan Iskandar Muda yang saat itu memimpin Aceh memerintahkan mendirikan balai  di atas sebuah tanjung yang menjadi muara Sungai Silau sekaligus pertemuan antara aliran sungai Silau dengan sungai Asahan. Balai itulah yang menjadi cikal bakal terbentuknya Kota Tanjung Balai.
Sungai Silau merupakan sungai terbesar kedua setelah sungai Asahan dan memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat yang dilaluinya. Meski bermuara di Kota Tanjung Balai, namun sungai besar yang airnya berwarna kuning kecoklatan ini  berasal dari salah satu pengunungan Bukit Barisan.
Dari segi manfaat, Sungai Silau memberikan hasil bumi yang melimpah. Sebut saja tambang pasir, ikan, kerang dan sebagainya. Pada zaman dahulu, Sungai Silau dijadikan jalur transportasi air. Bahkan penduduk setempat percaya bahwa Sungai Silau memendam harta karun peninggalan masa kejayaan Tanjung Balai sebagai kota pelabuhan di masa lalu.
Hulu sungai Silau diketahui berasal dari salah satu pegunungan Bukit Barisan lebih tepatnya dari hutan lindung Tormatutung Asahan register 1/A, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan. Jika menilik google map, jarak antara Kecamatan Bandar pasir Mandoge dengan Kota tanjung Balai dimana sungai Silau bermuara sekitar 73 Km. Maka dapat dikatakan bahwa sungai Silau mengaliri tanah Asahan mulai dari ujung selatan hingga utara dan bermuara di Tanjung Balai.

Sebagai salah satu sungai yang memiliki peranan penting bagi kelangsungan kehidupan serta kekayaan alam Kabupaten Asahan dan Kota Tanjung Balai, Sungai Silau menyajikan wisata alam yang indah. Baik masyarakat Asahan maupun Kota Tanjung Balai banyak memanfaatkan keindahan Sungai Silau untuk dijadikan objek wisata. Berikut ini adalah beberapa destinasi wisata di sepanjang Sungai Silau.

Replika Rumah Balai



Bangunan ini berada di tanjung tempat pertemuan antara muara sungai Silau dan Aliran sungai Asahan. Lebih tepatnya di ujung tanjung, Jalan Asahan, Kecamatan Indra Sakti, Kota Tanjung Balai. Didirikannya bangunan ini bertujuan untuk mengenang sejarah asal mula berdirinya Kota tanjung Balai sebagaimana cerita di atas.
Meski hanya berupa replika, namun keberadaan rumah balai tersebut seharusnya dapat menjadi identitas kota Tanjung Balai yang pernah juga menjadi kota terpadat se-Asia Tenggara. Namun sayangnya pemerintah kota kurang menunjukkan komitmennya dalam melestarikan sejarah Kota mereka. Walhasil bangunan itu terlihat tidak menarik karena kurang terawat dan banyak sampah berserakan.

Lomba Perahu Naga

 Setiap tanggal 17 Agustus, pemerintah Kota Tanjung Balai mengadakan lomba perahu naga yang dapat diikuti oleh masyarakat Kota Tanjung Balai dan sekitarnya. Setiap peserta akan berlomba mendayung perahu yang telah dihias sedemikian rupa bak naga, mengarungi aliran sungai Silau.


Wednesday, 27 January 2016

Tari Serampang 12 Sergai Raih Rekor MURI

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Ir H Tengku Erry Nuradi MSi mengapresiasikan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang telah melaksanakan pagelaran Tari Serampang 12 yang diikuti 4.320 siswa-siswi se-Sergai. Tarian Serampang 12 yang dilaksanakan Sergai memecahkan Rekor MURI yang sebelumnya diraih Kota Medan tahun 2009.
"Kita beri apresiasi yang tinggi kepada Pemerintàh Kabupaten serdang Bedagai dan seluruh stakeholder yang telah menyelenggarakan pagelaran Tari Serampang 12 dengan penari terbanyak dan telh memecahkan Rekor MURIi," kata Erry Nuradi saat menghadiri acara Pagelaran Tari Serampang 12 dalam rangka HUT Kabupaten Serdang Bedagai ke 12, Rabu (6/01), di Lapangan Sepakbola Batang Terap Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai.
Turut hadir pada acara tersebut Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Serdang Bedagai dan unsur FKPD Kabupaten serdang bedagai, Kepala Dinas Pariwisata Sumut Elisa Marbun, para kepala SKPD kabupaten Sedang Bedagai, tokoh masyarakat Ir Soekirman, koordinator Sumut USAID Prioritas dan anggota, tim penilai Muri Osman Semesta Susilo dan para siswa-siswi dari 17 kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai.
Menurut Erry, kegiatan pagelaran Tari Serampang 12 dalam rangka HUT ke 12 Kabupaten Serdang Bedagai bukan hanya sekedar pertunjukkan seni tari dan budaya, juga meriah Rekor MURI, melainkan memiliki makna luas untuk menanamkan rasa kecintaan masyarakat khususnya generasi muda terhadap budaya bangsa yang maha karya sekaligus dapat menumbuhkan semangat melestarikan dan membangun budaya bangsa sebagai bangsa yang berkarakter.
Pada kesempatan itu, Erry menghimbau kepada seluruh masyarakat Serdang Bedagai, untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena saat ini masyarakat dihadapakan pada era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), agar bisa bersaing dengan negara lain.
"Tentunya masyarakat harus bsrkualitas dan innovatif. Jangan sampai kita hanya jadi penonton di negeri sendiri, melainkan harus bisa menjadi pemain," ujar Erry.
Erry juga berpesan kepada Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai untuk terus melestarikan adat budaya lokal yang merupakan warisan kekayaan bangsa. Dia berpesan, agar pada hari Jumat, para siswa-siswi mamakai pakaian tradisional Sergai, yakni teluk belanga, sebagai bentuk kecintaan umtuk melestarikan adat budaya lokal.
Sementara itu, Pj Bupati Serdang Bedagai, Ir Alwin Sitorus MSi mengajak seluruh masyarakat, agar pagelaran tari serampang 12 yang dilaksanakan tahun 2016 ini sebagai momentum terbaik pembinaan seni budaya dan pendidikan yang dapat menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap Kabupaten Sergai serta Tari Serampang 12.
"Melalui pentas ini diharapkan kita akan semakin mengetahui sekaligus memahami ragam budaya Sergai terkhusus Tari Serampang 12 yang diciptakan asli putra Serdang Bedagai yang telah meluas ke seluruh wilayah dan telah menjadi warisan budaya nasional," sebutnya.
http://www.ceritamedan.com/2016/01/tari-serampang-12-sergai-raih-rekor-muri.html

Tuesday, 19 January 2016

Air Terjun Ponot (Keindahan Alam Asahan)

Kabupaten Asahan dikenal atas sungai Asahan yang mengalir jauh hingga ke Selat Malaka. Dimana salah satu asal aliran Sungai Asahan tersebut berasal Air Terjun Ponot. Air terjun adalah aliran air yang jatuh dari ketinggian menuju dasar sungai membentuk seperti kolam.
Mengunjungi tempat pemandian Air Terjun Ponot bisa menjadi salah satu alternatif mengisi liburan. Objek wisata yang terletak di Desa Tangga, Kecamatan Aek Song-Songan, Sumatera Utara ini menawarkan pemandangan yang masih sangat asri. Hutan hijau dan air mengalir dari ketinggian 250 meter melewati celah bebatuan besar menciptakan kesejukan di bawah permukaan air.
Selain menjadi objek wisata, air terjun ini juga dimanfaatkan sebagai generator utama pembangkit listrik Kabupaten Asahan. Derasnya air yang jatuh ke dasar sungai akan terasa menyegarkan meskipun terik membakar hari. Berbeda dengan air terjun pada umumnya, air terjun ini memiliki tiga tingkatan sebelum akhirnya jatuh ke dasar air. Hal tersebut menjadi pelengkap keindahan Air Terjun Ponot. Fasilitas yang terdapat di tempat ini belum terlalu banyak, hanya ada beberapa penjual tenda yang menyediakan makanan dan pakaian ganti bagi Anda yang tidak membawa pakaian ganti.

Untuk mencapai puncak jatuhnya air terjun, Anda harus berjalan kaki melewati terjal bebatuan alam kasar. Perlu berhati-hati karena ruas jalan yang tidak terlalu lebar dapat membuat Anda tergelincir bila sedang ramai. Jangan khawatir, si sisi kanan akan terdapat bebatuan besar untuk menjadi pegangan. Anda dapat mengunjungi tempat ini diakhir pekan maupun hari libur panjang sebab akan lebih menyenangkan jika tempat ini sedang ramai.

Terdapat dua jalan yang dapat ditempuh untuk sampai ke lokasi ini. Pertama, Anda dapat melewati akses Medan-Tebing Tinggi-Kisaran hingga akhirnya memasuki simpang Pulau Raja. Butuh waktu kurang lebih 3 jam dari simpang Pulau Raja, jalanan belum sepenuhnya mulus sebab akan ada bebatuan halus di tengah perjalanan. Sebelum sampai Anda akan menemukan PTPN 4 dan disuguhkan dengan pemandangan Air Terjun yang juga aliran dari Air Terjun Ponot seperti Air Terjun Bedeng dan Si Gura-Gura. Kedua, Anda dapat melewati akses Medan-Siantar-Parapat-Porsea yang kemudian memasuki daerah Aek Song-Songan. Melewati jalan kedua ini, di sepanjang perjalanan Anda akan disuguhkan dengan pemandangan danau yang indah sehingga Anda tidak akan merasa kebosanan.

Air yang masih jernih dan dingin menjadi alasan mengapa banyak pengunjung yang datang meskipun lokasinya jauh dari pusat kota. "Menurut saya pemandangan disini bagus, Airnya deras, jernih, dan dingin. Oke lah pokoknya," ungkap Dini, yang merupakan salah satu pengunjung di tempat ini.
Bila penasaran, Anda dapat merasakan kesejukan Air Terjun Ponot dengan memasuki permukaan air, tentu saja hawa dingin yang menyegarkan menusuk badan. Meski membutuhkan waktu berjam-jam untuk sampai ke tempat ini, tetapi semua itu akan terbayarkan dengan keindahan yang mempesona dan menyejukkan.

***http://www.ceritamedan.com***

Thursday, 1 October 2015

Kesaktian Pancasila

Tepat tanggal 1 oktober, kita kembali memperingati hari yang sangat krusial bagi terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia. Mungkin kini banyak yang lupa atau bahkan melupakan hari kesaktian Pancasila, sebab seiring perkembangan teknologi dan informasi yang semain pesat, kita pun seakan terbius untuk melupakan sejarah yang sangat penting sebagai wujud terbentuknya dasar negara kepulauan, Indonesia.
Peringatan Kesaktian Pancasila ini berakar pada sebuah peristiwa tanggal 30 September  1965. Konon, ini adalah awal dari Gerakan 30 September (G.30.S/PKI). Oleh pemerintah Indonesia, pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis.
Pada saat itu setidaknya ada enam orang Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun, berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Maka, tanggal 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila dalam sejarah Republik Indonesia.
Pancasila tentulah mengandung nilai filosofi yang sejak dahulu telah lahir dan ditumbuhkembangkan oleh nenek moyang kita. Maka, sudah sepantasnya kita harus kembali merenungkan dan menelaah kembali sudah sejauh mana penyelenggaraan serta pencapaian bangsa dan negara ini dalam menjaga nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila sebagai pandangan hidup
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, merupakan pedoman tingkah laku bagi warga negara Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila yang telah diwariskan kepada bangsa Indonesia merupakan sari dan puncak dari sosial budaya yang senatiasa melandasi tata kehidupan sehari-hari.
Tata nilai sosial budaya yang telah berkembang dan dianggap baik, serta diyakini kebenarannya ini dijadikan sebagai pandangan hidup dan sumber nilai bagi bangsa Indonesia. Sumber nilai yang terkandung tersebut yakni, (1) keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa, (2) asas kekeluargaan, (3) asas musyawarah mufakat, (4) asas gotong-royong, serta (5) asas tenggang rasa.

Sunday, 27 September 2015

APA KABAR BUDAYA NEGERI ?

Banyak generasi penerus bangsa yang acuh tak acuh terhadap bangsanya sendiri. Tidak percaya ? Coba tanya remaja sekarang, siapa itu wonder girls ? siapa itu super junior ? sebagian besar dari mereka pasti tahu jawabannya. Tapi bagaimana jika pertanyaan yang diajukan adalah, dari mana asal Tarian Gubang? Apa jawabannya?

Saya coba menanyakan hal ini langsung kepada seorang siswa sekolah menengah atas. Ketika diajukan pertanyaan pertama tentang wonder girls tadi, sang remaja putri ini dengan lugas menjawab, "Wonder Girls itu girls band gitu loh yang dari Korea yang cantik-cantik sama sexy-sexy."

Lalu tibalah pada pertanyaan kedua. Mendengar pertanyaan tersebut saya ajukan, remaja cantik ini langsung menatap saya heran sambil mengernyitkan dahinya. "Gubang?, emang ada ya bang nama tarian kayak gitu?"

"Ada dong!" jawab saya. "Gubang itu tarian daerah yang asalnya dari Asahan "Oh.." katanya sambil lalu.

Melihat kenyataan di atas. Tidak dapat dipungkiri, posisi kebudayaan negeri sendiri mulai tergeser dengan budaya dari negeri orang. Tidak dapat dipungkiri, semboyan Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tapi tetap satu tujuan pun mulai terkikis dari hati masyarakat Indonesia yang pada akhirnya merubah keadaan sosial masyarakat itu sendiri.

Bagaimana itu bisa terjadi ?

Banyak faktor yang menyebabkan perubahan sosial di dalam masyarakat. Soejono Soekanto menyebutkan 8 faktor yang mempengaruhi perubahan dalam masyarakat. Factor tersebut antara lain mencakup sistem pendidikan yang semakin maju, sikap menghargai hasil karya orang lain, sistem yang transparan di masyarakat, toleransi terhadap perbuatan menyimpang, ketidak puasan masyarakat terhadap bidang - bidang kehidupan yang akhirnya menimbulkan kebosanan, masyarakat yang heterogen dan anonym, hingga kepada semakin mudahnya kontak dengan masyarakat luar yang akhirnya menyebabkan terjadinya pencampuran budaya.

Dewasa ini, Hal - hal baru selalu terlihat lebih menarik dibandingkan dengan sesuatu yang memang sudah lama ada. Istilahnya, kalau sudah lama ada itu sudah basi! Sudah tidak penting untuk dibahas. Kebalikannya, kita sebagai anak muda itu harus selalu up to date terhadap hal-hal baru. Justru kalau kita tidak tahu trend terbaru, kita bisa dibilang kampungan. Nggak mengikuti perkembangan jaman.

Yang jadi pertanyaan selanjutnya bagi saya adalah perkembangan jaman seperti apa yang seharusnya diikuti oleh generasi muda kita?

Monday, 24 August 2015

Apa kata gadis asal Venlo Tentang Asahan

Ini adalah gadis belia asal Venlo Limburg Nederland. Kandidat kuat pemeran Annemie, dalam film “Annemie in Buitengewesten” garapan sutradara asal Kisaran, Eddie Karsito.
Usianya baru 16 tahun. Namun pemikirannya melampaui batas usianya. Ia penulis fiksi (novel), selain penyanyi dan pencipta lagu.  Menguasai 5 bahasa; Belanda, Inggris, Prancis, Indonesia, dan bahasa daerah (Jawa).
Kisah hidupnya memiliki kemiripan dengan sosok Annemie, wanita yang dikisahkan dalam film“Annemie in Buitengewesten.”Annemie (22 tahun), adalah warga negara Belanda, mahasiswi Universiteit van Amsterdam, jurusan ilmu sejarah, seni dan budaya. Ia datang ke Indonesia (Medan, Kisaran, Tanjung Balai Asahan, Batubara) dalam rangka studi/observasi melengkapi penyusunan tesis program S2 untuk mendapat gelar Magister Humaniora.
“Wonen in Asahan gaat om een lang verhaal. And Make me stay longer here (Tinggal di Asahan akan menjadi cerita panjang. Dan membuat saya tinggal lebih lama di sini,” kata gadis asal Venlo Limburg Belanda ini, saat berkunjung ke Seni Pemersatu Jiwa – Humaniora Foundation, Jakarta. Rabu, 22 April 2015 lalu.
Apa yang mendorong si cantik bule yang mendukung produksi film Annemie in Buitengewesten ini? “De geest van jullie waarderen (menghargai semangat kalian),” katanya singkat dengan senyum mengembang.
“Een nieuwe ervaring voor mij als een meisje uit Venlo Limburg Nederland. Ik zou graag willen weten hoe u ondersteunen een cultuur met andere culturen blijven ontvangen. Vasthouden aan de waarden voor de styling van je hart en geest. Ik denk dat het is spannend, en het laat me blijven hier veel langer, of misschien voor altijd. Hoop dat de Asahan een "nieuwe huis" voor mij….”
“Ini pengalaman baru bagi saya sebagai seorang gadis dari Venlo Limburg Belanda. Saya ingin tahu bagaimana cara Anda mempertahankan budaya dengan tetap menerima budaya lain. Dan kita harus berpegang teguh pada nilai untuk menata hati dan pikiran. Saya pikir itu menarik, dan itu membuat saya tinggal di sini lebih lama, atau mungkin selamanya. Berharap Asahan "rumah baru" untukku….,” kata gadis yang namanya hanya ingin dikenal sebagai Annemie.
 “Annemie in Buitengewesten” adalah potret cerita silam, kini dan esok, yang menyoal “Toean Keboen”  dan “Koeli Kontrak” di era kolonial Belanda. Tentang manusia Jawa, yang terdorong menjadi buruh perkebunan di Sumatera Timur. Melahirkan peradaban baru (akulturasi budaya) menjadi ”Jawa Deli” atau ”Pujakesuma” (Putra Jawa Kelahiran Sumatera). Tentang cinta kasih abadi sang Noni, anak “Toean Keboen” dengan pemuda Jawa tampan, pemain Sandiwara tradisi (Ludruk), anak “koeli kontrak” di Keboen Goerah Batoe Asahan.

Monday, 17 August 2015

KEMERDEKAAN YANG TERBELENGGU

Tak terasa sudah 70 tahun Bangsa Indonesia Merdeka.NAMUN setiap kali kita merayakan kemerdekaan selalu timbul pertanyaan mendalam di dasar hati, benarkah kita sudah merdeka seutuhnya? Keresahan kehidupan berbangsa selama ini menjadi cermin nyata bahwa kemerdekaan itu lebih merupakan seremonial dan simbol belaka.
 
Sebagai bangsa, kemandirian diri sering tidak bisa kita tunjukkan. Apa yang menjadi prinsip-prinsip kehidupan berbangsa kita bahkan, disadari atau tidak, lebih banyak ditentukan bukan oleh diri kita sendiri.
Kita hanya merdeka dalam pengertian upacara. Sebagai bangsa merdeka, kita justru lebih banyak melahirkan ma nusia dengan jiwa terpenjara. Manusia yang terbelenggu oleh penjajahan gaya baru, baik oleh elite bangsa sendiri maupun bangsa lain. Itulah kondisi sepanjang kemerdekaan selama ini. Begitu sering diperingati sekaligus kita abaikan makna hakikinya dalam kehidupan sehari-hari. Kemerdekaan tidak menjelma dan menjiwai kehidupan sehari-hari. Demi kepentingan jangka pendek, sebagaimana dicontohkan dalam teladan para elit, kemerdekaan bahkan sering digadaikan dalam belenggu kenikmatan sesaat.
 
Bangsa merdeka tidak hanya merdeka dari belenggu penjajahan, tetapi merdeka sejati ketika mampu menentukan masa depannya tanpa tergantung kekuatan lain. Bangsa ini memang sudah merdeka sebagai bangsa, tetapi belum merdeka dari ketergantungan pada kekuatan hitam pemodal yang mendikte cara berkehidupan, berpikir, bertindak, dan bernalar. Bangsa ini selalu dikendalikan kekuatan itu yang mengakibatkan orientasi bangsa hanya mencari hal-hal yang memuaskan indra.
Merdeka, menurut para pendiri Republik, dimaksudkan sebagai sebuah kebebasan atas penindasan dan perbudakan dari kolonialisme. Kalau makna kemerdekaan ialah berakhirnya sejarah kolonialisme yang ditandai dengan sifat eksploitasi manusia, yakni manusia hanya dijadikan alat produksi semata, berarti kita sekarang belum merdeka seutuhnya. Kita baru merdeka dalam tahap simbol formal bahwa Indonesia tidak dijajah negara lain secara fisik. Kita belum merdeka dalam arti yang digariskan founding fathers.
 
Faktanya ialah sebagian besar rakyat kecil masih sering berada di alam pemerasan dan kekerasan oleh elite politik, penguasa, dan pemodal. Alam yang seharusnya diolah demi kemakmuran rakyat nyatanya hanya digunakan untuk kemakmuran sebagian sangat kecil orang. Sebagian kecil orang itu mungkin sudah merasa merdeka, tetapi sebagian besar masyarakat belum merasakan kemerdekaan dalam arti demikian. Sumber alam bukan untuk kepentingan mereka, melainkan demi kepentingan para pemilik modal.
Dengan demikian, refleksi kemerdekaan seharusnya diletakkan dalam sebuah pertanyaan besar, sejauh mana bangsa ini mempertanyakan kembali cita-cita kemerdekaan yang mendasar.
Kita harus bisa menjawab pertanyaan, apakah kemerdekaan adalah situasi ketika kita sebagai bangsa sebenarnya tidak lebih dari sebagai `kuli di negeri sendiri’? Apakah kemerdekaan adalah hilangnya kebebasan untuk menentukan hari depannya sendiri?
 
Bangsa ini semakin lama semakin kehilangan orientasi dasar menjadi bangsa yang memiliki kemandirian dalam menentukan hari depannya. Hari depan kita semakin suram karena rakyat miskin semakin miskin. Realitas tersebut tidak membuat kita sebagai bangsa tergugah. Kemerdekaan yang selama ini diharapkan memberi ruang bagi ekspresi kebebasan rakyat dari eksploitasi penjajahan-secara politik, sosial, maupun ekonomi–realitasnya belum sepenuhnya demikian. Realitasnya, selama ini kita merdeka masih dalam keadaan dibe lenggu elite-elite kita sendiri dan kekuatan modal.
 
Kenyataan itulah yang membuat bangsa ini semakin tak berdaya menghadapi tata dunia yang tidak lagi mengenal belas kasih terhadap manusia miskin. Jumlah kaum miskin di negara berkembang terus meningkat karena proses pemiskinan itu terjadi melalui pola-pola yang halus dan sistematis. Salah satu cara utamanya ialah dengan menciptakan ketergantungan kepada sistem ekonomi global.
Aktivitas kehidupan dalam mengisi kemerdekaan sering terbelenggu pada upacara yang penuh dengan simbol belaka. Itulah yang membuat bangsa ini tidak mampu lagi memaknai arti kemerdekaan yang paling esensi.
Cita-cita kemerdekaan sirna bila bangsa ini tidak berani berubah menjadi `autentik’. Bangsa yang autentik ialah bangsa yang berani mengambil risiko terhadap pilihan alternatif dalam mengembangkan jati diri kebangsaannya. Jati diri kita memang telah dirumuskan dengan baik dalam tujuan kemerdekaan, yakni untuk membebaskan diri dari kemiskinan dan kebodohan. Akan tetapi, jati diri itu terkubur karena elite politik lebih suka berkompromi dengan para pemilik modal besar daripada dengan rakyat. Itulah yang membuat orientasi dasar kemanusiaan dan keadilan tidak berkembang karena pendidikan hanya untuk menciptakan manusia pragmatis.
 

Thursday, 23 July 2015

Selamat Hari Anak Nasional ( Anak Kita Masa Depan Indonesia )

Jika anak dibesarkan dengan motivasi, maka ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan kelembutan, maka ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia belajar percaya

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia belajar menghargai diri sendiri

Masa anak-anak merupakan salah satu fase peletakan landasan tumpuan generasi penerus. Kesejahteraan anak akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia.Salah satu permasalahan kompleks adalah menurunnya nasionalisme dan karakter bangsa. Akhlak mulia merupakan aspek penting dalam mendidik anak. Bahkan suatu bangsa yang berkarakter juga ditentukan oleh tingkat akhlak bangsanya. Tanpa karakter seseorang mudah melakukan sesuatu yang dapat merugikan orang lain. Oleh karena itu sangat penting untuk membentuk insan yang berkarakter karena kekuatan moral, akhlak atau budi pekerti individu merupakan kepribadian khusus yang membedakan dengan individu lain.

Anak adalah harta yang paling berharga bagi setiap orangtua. Anak terlahir tentu dari benih-benih rasa cinta kedua orangtuanya. Setiap anak mempunyai hak untuk dicintai, dikasihi dan dipedulikan. Tipe orangtua yang ideal berkewajiban memenuhi segala kebutuhan anak-anaknya seperti kebutuhan fisik, mental dan kerohanian.Kebahagiaan nyata yang didapat anak dari orangtua akan menciptakan bangsa ini menjadi bangsa yang kuat. Kekuatan negara kita sangatlah didasari pada kekuatan setiap keluarga. Berapa kuat pusat perhatian orangtua pada anak dan remajanya akan menciptakan fondasi yang tak tergoyahkan bagi negara ini.

====================== SELAMAT HARI ANAK NASIONAL ======================


Tuesday, 21 July 2015

RAIH MIMPIMU

Sahabat Seni Pemersatu Jiwa....Di dalam mengarungi hidup dan mengerjakan amal kebajikan jadilah orang yang mempunyai semangat dan cita-cita, gesit dan cekatan, serta tidak malas dan lamban. Karena, dunia diperuntukkan hanya bagi orang yang mempunyai semangat dan cita-cita tinggi.
Dalam hidup ini ketahuilah ketika kita mempunyai suatu ide atau rencana segeralah ditulis dan disimpan jika kita lupa. Dan lebih baik lakukan segera agar bisa langsung di praktekan apa itu ide atau rencana yang telah kita rencanakan.

Hidup harus diiringi dengan semangat dan juang tinggi, tumbuhlah bersama orang yang mempunyai semangat dan jiwa tinggi dalam mengarungi mimpi-mipi atau cita-cita yang kita impikan. Jangan pernah merasa sendiri dalam hidup yang fana ini, selalu libatkan Allah di setiap aktifitas dalam hidup yang kita jalani.

Ubahlah setiap pola pikir yang menghalangi mimpi kita dalam melejitkan mimpi, ingat disaat musibah datang janganlah berfikir seolah hidup ini kejam, tapi berfikirlah setiap musibah datang, itu semua atas kehendak Allah, karena Allah sedang mempersiapkan rencana yang indah dalam hidup kita.
Hal ini Allah sudah jelaskan dalam Al-Qur’an, QS. Ar-Ra’d: 11 yaitu: 
Sesugguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”

Sepenggal arti ayat diatas menunjukkan bahwa, ketika kita tidak mampu untuk berubah dan diam saja apa yang terjadi tanpa ada solusinya maka kita akan tetap saja terpuruk pada tempat yang tidak akan memajukan kita. Lain haknya, ketika musibah datang dan kita bersyukur , siap menerima apapun cobaan, maka yakin dan percayalah untuk selalu berubah kearah yang lebih baik.
Yakin bahwa Allah akan selalu melihat, bersama, dan menyaksikan kita dalam setiap aktifitas yang kita lakukan.

Disetiap perjalan hidup ini kita diciptakan Allah untuk meraih ilmu, ilmu yang nantinya menjadi bekal kita di akhirat. Apapun mimpi itu, libatkan Allah disetiap perjalanan panjang dalam menggapai mimpi tersebut.
Jangan pernah goyah, jangan pernah, takut, dan jangan pernah merasa sendiri. Bermimpilah, Rasulullah juga punya mimpi. Gapai cita-cita dimana mimpi yang benar pasti dan tujuan yang baik yang akan memberi manfaat buat diri dan buat orang banyak.

Mimpi dan niat merupakan awal dari segalanya, dare to dream mengembangkan diri sendiri dan berusaha keras adalah kunci meraih masa depan yang cerah
Jika yakin dengan kemampuan diri sendiri, maka kita akan berani mencoba hal atau tantangan baru. Sukses atau gagal, tidaklah jadi masalah! Karena yang terpenting, kita jangan pernah takut untuk maju sebelum berperang!.

Man Jadda Wa Jadda !!, Siapa yang bersungguh-sungguh pasti mendapat, Ingat ! selalu libatkan Allah disetiap perjalanan hidup ini.
Jadi, tanamkan dalam diri kita. Bahwa, kita yakin dan Bisa untuk menjadi Sang Pemenang dalam menggapai mimpi dan cita-cita.Jika gagal dalam menggapai mimpi. Ingat, “kuncinya hanya satu berani mencoba dan terus belajar dari kegagaln yang di alami.”



Manusia akan memiliki kekuatan yang luar biasa bila mereka mulai yakin akan kemampuan meraka melakukan hal-hal yang semula mereka kira tidak mungkin bisa mereka lakukan. Ketika manusia mulai percaya pada kemampuan mereka, mereka memiliki kunci sukses mereka yang pertama.
~  N orman Vincent Peale  ~


Inilah mimpi. Gapailah mimipi, tak ada kata menyerah dan takut, tak ada kata mengeluh. Bismillah, dan libatkan Allah

==============CINTAI BUDAYAMU || HARGAI BUDAYA ORANG LAIN===============

Wednesday, 15 July 2015

CINTAI BUDAYAMU HARGAI BUDAYA ORANG LAIN

Salam hangat dalam satu keluarga Seni Pemersatu Jiwa, sebangsa satu, tanah air Indonesia. Saya sebagai warga Indonesia, yang mencintai tanah kelahiran ini, dan seluruh komponnen di dalamnya. Merasa terpanggil untuk ikut memberikan pendapat  untuk Negeri ini. Meskipun saya menyadari belum memberikan sumbangsi besar, tapi izinkan saya untuk masih mempunyai rasa memiliki dan peduli.

Indonesia terkenal dengan hetereogenitas masyarakatnya. Tak hanya itu Indonesia juga terkenal dengan keanekaragaman budayanya. Yang tak lain membentuk ciri khas masyarakat itu tadi, menjadi kelompok-kelompok yang memiliki nilai tersendiri dimata dunia. Banyaknya ragam bahasa, suku bangsa, agama, seni, budaya yang mengusung nilai Indonesia menjadi sebuah Negara yang kompleks akan bentuk masyarakatnya, serta merta menarik perhatian dunia akan kompleksitas masyarakat itu sendiri.

Kita sama tahu Indonesia memiliki nilai jual budaya yang cukup menguntungkan, sebagai invest ekonomi Negara ini. Namun sayang, kita kurang menyadari akan kekayaan alam, bahari, serta budaya kita sendiri. Kita hanya sebatas tahu, tapi bukan untuk memproteksi budaya apa yang sudah kita miliki. Yang tak lain kita malah ikut-ikutan menjerit ketika salah satu budaya kita di KLAIM oleh Negara tetangga. Ini terjadi bukan hanya sekali dua kali, sudah terlalu sering. Mulai dari kasus Pulau Ambalat, Reog, Batik, Rendang, Tari Pendet, dan yang baru-baru ini heboh akan Tari Tor-Tor serta musik gondang. Kita hanya sekedar tahu, bukan? Kita hanya ikut berkomentar tanpa ada sumbangsih yang bisa kita berikan. Duduk manis di depan TV, ikut menghujat pemerintah yang kita bilang lalai, dan menyalahkan Negara tetangga dengan sorakan "Jangan rebut budaya kami!" Kalau hanya itu kita bisa merubah apa?

Jelajahi Bangsamu
Kenali tanah kelahiranmu
Rangkul temanmu
Gali Budayamu,
Lalu temukan dirimu.

Kita di anugerahi serta di lahirkan di Negara yang luas ini, tetapi kita hanya mengetahuinya dari peta "Indonesia". Kata orang kita kaya, tapi kita tidak tahu di mana letak kekayaannya itu. Lalu bagaimana kita bisa melindungi bangsa ini, jika kita saja tak saling mengenal. Siapa yang tak kenal Reog selain orang Jawa?

Monday, 29 June 2015

Artis “Papan Atas” Casting Puluhan Kali, Ditolak Berkali-kali…?

disadur dari buku Menjadi Bintang ( Kiat sukses Jadi artis panggung, film dan televisi ) karya Eddie Karsito


Aktor dan aktris merupakan unsure penting di produksi film dan pementasan drama panggung ( teater ). Dengan dukungan actor dan aktris yang baik memungkinkan produksi film dan teater lebih baik dan bermutu.

Pemilihan actor dan aktris untuk mendukung produksi film lazim disebut Casting. Pemilihan actor dan aktirs ( casting ) disesuaikan dengan kebutuhan karakter peran berdasarkan Tuntutan Skenario ( Cerita ). Casting menjadi prosedur standar yang harus dilakukan bilamana sebuah perusahaan film akan memproduksi sebuah film, baik itu film televise maupun bioskop.

Tekhnik dan Manfaat Casting
            Casting dapat dipakai sebagai sarana pembentukan watak atau prilaku seseorang. Casting juga berguna untuk proses penyembuhan terhadap ketidakseimbangan psikologis seseorang (theurapic casting). Dengan cara memberikan kesempatan kepada actor untuk memerankan tokoh tertentu dan watak tertentu. Misalnya orang yang ragu-ragu diberi watak menjadi orang yang tegas dan cepat mengambil keputusan.

Melalui theurapiic casting, sutradara atau pimpinan grup teater dapat membantu proses terapi bagi para anggotanya yang membutuhkan bimbingan dan arahan diluar aktifitas panggung. Namun ada juga yang disebut Anti Type Casting, yaitu pemilihan peran yang bertentangan dengan watak dan cirri fisik pemain. Dalam komunitas teater ( drama panggung ) sering disebut Educational Casting. Karena bertujuan mendidik seseorang memerankan watak dan tokoh yang berlawanan dengan watak dan cirri fisiknya.
            

Lalu ada Casting by Ability. Yaitu pemilihan peran berdasarkan kecakapan dan kemahiran seorang actor. Oleh karena itu, kecerdasan memiliki peranan penting bagi seorang actor.
            
Casting by Type. Yaitu pemilihan peran berdasarkan atas kecocokan fisik dan latar belakang social pemain. Contoh, tokoh tua diperankan oleh orang tua, tokoh jangkung diperankan oleh orang yang berbadan tinggi dan lain-lain.
            
Casting to Emotional Temperament. Yaitu pemilihan peran berdasarkan observasi kehidupan pribadi calon pemeran. Mereka yang mempunyai banyak kecocokan dengan peran yang akan dibawakan dalam hal emosi dan tempramennya akan terpilih membawakan tokoh tersebut.
            
Casting dilakukan setelah ada penentuan ide cerita ( scenario ) film yang akan diproduksi. Tetapi ada juga casting yang dilakukan tanpa tanpa menunggu penentuan scenario film yang akan diproduksi. Hal ini dilakukan untuk mencari stok pemain, persiapan jika sewaktu – waktu ada kebutuhan peran mendadak.       

Sunday, 21 June 2015

Jangan Hanya Out Of Box Tapi Out Of Container

Ini merupakan filosofi yang saya dapatkan selama menjalin silaturahmi dengan Bapak Eddie karsito. Satu filosofi yang ditanamkan  untuk memotivasi kita adalah berpikirlah Out of The Box atau mungkin Out of Container, karena Box terlalu kecil untuk ukuran seorang Eddie Karsito…hehehehe…

"Berpikir "out of the box" memang sulit, bagaimana tidak? orang yg berfikir  "out of the box" harus "keluar" dari semua kebiasaannya. setelah itu, mereka mulai beradaptasi dengan pemikiran yang akan menghasilkan aktifitas "out of the box." Mereka akan menjadi kaum minoritas karena pemikirannya yang berbeda dari kebanyakan orang. sudah terbayang rasanya menjadi seperti itu. Tapi ketahuilah, orang yang berfikir "out of the box" lebih teruji mentalnya karena mereka berani keluar dari "zona aman"nya. "

Berapa hal yang perlu dimiliki untuk berpikir Out of The Box atau Out of Container
1. Keinginan untuk mengambil ide-ide baru berdasarkan perkembangan informasi
2. Fokus dan bertindak berdasarkan ide-ide yang dimiliki
3. Terbuka pada sesuatu yang berbeda dan melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda
4. Berusaha menciptakan nilai dengan cara-cara baru
5. Menerima segala bentuk informasi yang menjadi dasar untuk berinovasi
6. Menghormati pihak lain ketika mereka mengungkapkan ide mereka


Intinya kita harus melihat dunia luar yang begitu luas, pandai melihat peluang. Jangan hanya berpatokan pada satu hal. Bagi yang masih berpikiran berpatok pada satu hal yang sama dengan orang lain itu ga jauh-jauh maknanya dengan katak dalam tempurung. Jika kita mau terbuka untuk melihat dunia luar kita akan mendapat banyak pengetahuan dan ilmu yang mungkin tidak kita dapatkan di bangku kuliah.

Catatan terpenting saya adalah, anak-anak yang sering dikatakan nakal bagi sebagian besar pasti akan menjadi sukses. Kenapa? Karena mereka adalah orang-orang yang berani mengambil resiko dan itu anyak terjadi diantara teman – teman saya. Bukan hasil yang menjadi orientasi utama, tetapi jalan yang dilalui untuk menjadi hasil yang bagus itu adalah pengajaran yang utama.

So, jangan takut untuk tampil "beda" kawan….! Tunjukkan kreatifitasmu, dan berfikirlah "out of the box" , kalau perlu “Out Of The Container “ tetapi tentunya tetep di landasi dengan ilmu yaa…!!!



Wednesday, 10 June 2015

Menjadi Bintang :Kiat Sukses Jadi Artis Panggung, Film, dan Televisi

Sedangkan pada bab lain dibahas tentang manfaat belajar seni peran, latihan dasar, dan manajemen produksi. Jauh sebelum menjadi wartawan, Eddie adalah "orang kecil" yang banyak ditempa kegetiran hidup. Ia pernah jadi juru parkir, pedagang rokok, pelayan restoran, supir angkutan umum, supir pribadi, hingga pembantu rumah tangga. Menurutnya, semua itu tanpa sadar telah membentuk dirinya sebagai aktor. Sejumlah wawancara yang terekam alam Menjadi Bintang, pernah dimuat di media cetak tempat ia bekerja. Tentu telah ditambah hal-hal detail yang mengungkap fakta tersurat tanpa meninggalkan yang tersirat, sehingga buku ini tidak kehilangan bobot eksklusivitasnya *


Buku ini memang sudah yang paling lengkap –setidaknya sampai buku terakhir ini terbit. Menyoal aktivitas di lingkaran lika-liku selebritis dan tahapan proses pembuatan produksi sebuah film. Sasarannya, ditujukan khusus buat yang mau terjun ke dunia entertainment, juga diperuntukan sebagai panduan bagi mereka yang sudah menjadi artis dalam mempertahankan eksistensinya.


Dari seluruh bab yang disuguhkan, penulis memang tidak melulu bicara soal teori. Tapi justru menawarkan esensi dari sikap dan prinsip yang mesti dilakukan kalau keinginan meramaikan dunia hiburan sudah terpatri dalam diri kita.

Lainnya, pengalaman para selebritis kondang yang sudah lebih dulu  sukses juga angkat bicara menularkan kiatnya. Mereka punya tips-tips jitu dan pegangan pandangan dalam me-manage dirinya sendiri agar bisa dipakai di dunia hiburan dalam jangka waktu yang tidak singkat.



Buku ini bisa menjadi panduan bagi yang ingin terjun di industri perfilman dan pertelevisian. Pembahasannya lengkap. Penulisnya cukup kredibel. Dia berdiri di beberapa sisi profesi; aktor dan wartawan. Perspektifnya sangat kaya untuk diikuti.
—RUDI SOEDJARWO, Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2004 & Best Director MTV Indonesian Movie Awards 2006


Saya percaya apa yang ditulisnya berisi. Sebab ia menuangkan pengalaman berdasarkan apa yang dijalaninya.
—MANOJ DHAMOO PUNJABI, Produser MD Entertainment

Membaca buku ini menyadarkan kita tentang banyak hal yang mesti dipelajari. Apalagi untuk orang yang ingin berprofesi sebagai artis. Bahkan bagi orang yang sudah menjadi artis sekalipun.
—MARSHANDA, Aktris Film & Sinetron

Setiap pribadi sebenarnya selalu menarik—enggak peduli tampangnya seperti apa. Dengan rasa percaya diri orang akan termotivasi. Buku ini akan membantu membangkitkan rasa percaya diri. Apa yang dapat ditonjolkan dari diri kita. Lalu menjalankan profesi bukan atas dasar dorongan materi dan glamoritas, melainkan cinta. Cinta terhadap profesi.
—RINGGO AGUS RAHMAN, Aktor Pendatang Baru yang Dipujikan Festival Film Jakarta (FFJ) 2006 & Peraih Piala Vidia Aktor Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2007


Sekarang, kenali bakatmu. Kalau memang bakatmu benar-benar ada di sini, jangan ragu untuk mempelajari secara total dari apa yang dipesankan oleh buku terbitan ufuk ini enar ada di sini, jangan ragu untuk mempelajari secara total dari apa yang dipesankan oleh buku terbitan ufuk ini

Saturday, 6 June 2015

MEMBANGUN OPTIMISME DALAM DIRI

Hidup memang tidak diwajibkan untuk sempurna. Dan tidak ada yang sempurna dimuka bumi. Kecuali hanya Allah swt semata. Tetapi, proses untuk berusaha menjadi yang lebih baik itulah yang wajib disempurnakan...

Seluruh amal ibadah kita, kita persembahkan kepada Allah swt dan mengharap keridhaan-Nya. Sebab, apa yang kita memiliki saat ini hanya amanah dari Allah swt. apakah kita dapat menunaikannya atau tidak. Hendaknya keridhaan Allah itu menjadi tujuan kita, tidak ada desah nafas, mulut bergerak, tangan  berayun, dan kaki melangkah kecuali kita harus mengiringinya dengan satu pertanyaan, “Apakah dengan apa yang saya ucapkan dan saya lakukan ini saya akan mendapatkan ridha Allah?”. Hingga dengan demikian Allah swt berfirman : “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam” (AL-AN’AM:162).

Ada beberapa variabel untuk membangun optimisme dalam diri kita, yaitu :
1. Husnudzan kepada Allah swt
Husnudzan atau berprasangka baik kepada Allah ini harus kita kokohkan dalam diri kita. Kita sepakat tidak ada peristiwa yang terjadi selain dengan izin dan kehendak Allah, termasuk ujian dan kesulitan yang tengah kita hadapi. Dan seorang mukmin selalu menghadapi semua ketentuan Allah itu dengan prasangka baik. Ia mempunyai prinsip bahwa apa yang menimpanya, itulah yang terbaik baginya menurut Allah. Oleh karena itu ia tidak menggeruti kepada Penciptanya, ia tidak memberontak karena keputusan Allah, dan ia selalu menatap semua ujian itu dengan senyum. Ia yakin akan mendapatkan dua keuntungan dari ujian itu :
Diangkat dan dihapuskan Allah kesalahan dan dosa-dosanya
Dan ditinggikan derajat di sisi Allah swt
“Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Dia menguji mereka. Barang siapa bersabar ia mendapat (pahala) kesabarannya, dan barang siapa gundah gulana, ia (tersiksa) karena kegundahannya.”
“Sesungguhnya mengeherankan urusan seorang Mukmin, semua urusannya berakibat baik baginya, dan itu tidak terjadi kepada selain orang-orang Mukmin, jika mendapatkan kebaikan ia bersyukur dan itu baik baginya. Dan jika mendapat bencana ia bersabar dan itu baik pula baginya.” (Muslim)
Husnudzan harus kita pelihara dalam diri kita. Allah tidak menghendaki dari hamba-Nya selain kebaikan, dunia dan akhirat. Jangan sampai kita celaka di dunia dan di akhirat akibat prasangka buruk kita kepada Allah . Na’udzu billah, tsumma na’udzu billah.

2. Tidak putus berdo’a
Do’a merupakan senjata orang beriman, berdo’a merupakan ibadah dan enggan berdo’a merupakan kesombongan kepada Allah swt. Salah satu contohnya adalah bangsa kita ini. Pertikaian dan permusuhan antar suku, etnis, dan antar agama, pertumbuhan ekonomi yang kian memburuk, hutang negara yang kian membumbung tinggi. Mestinya, semua itu cukup membuat kita, sebagai bangsa ambruk terkapar. Akan tetapi kenyataannya tidak. Apapun keadaannya, kita masih bisa berdiri tegak. Barang kali ada pertanyaan, “Bagaimana mana bisa?”. Kita yakin seyakin-yakinnya, itulah berkat do’a yang dipanjatkan setiap muslim di negeri ini, bahkan diseluruh dunia. Itu semua  berkat ratusa juta pasang tangan yang selalu ditengadahkan ke langit, memohon kepada Yang Maha Kuat dan Maha Perkasa, agar negeri ini dijauhkan dari kehancuran.

Tuesday, 2 June 2015

Seni Pemersatu Jiwa

Seni Pemersatu Jiwa adalah Komunitas yang didirikan atas dasar kecintaan bukan atas dasar nafsu dan keserakahan.komunitas ini bergerak di bidang social terutama Seni dan Budaya. Seni pemersatu jiwa  mengartikan universal.mencoba untuk menyatukan individu dalam satu wadah dan menumpahkannya kedalam suatu kegiatan yang edukatif,inspiratif dan kreatifitas. Dimulai ketika berusaha mengenali, memahami, menggairahi, memberikan pengertian, mem-, membuat, berpikir kritis dan memiliki kepekaan rasa sehingga kreativitas tersebut mencapai klimaksnya ketika ditumpahkan dalam kreatifitas. Demi-kianlah harapan yang coba dibangun.

seni pemersatu jiwa dipelopori/digagas oleh Eddie Karsito dan Asrial Mirza.Atas dasar keprihatinan dan kecintaan terhadap budaya yang hampir hilang di tengah-tengah masyarakat Indonesia dan Masyarakat Asahan pada khususnya yang mulai tergerus oleh invasi kebudayaan asing. Atas dasar itulah kedua orang sahabat ini berinisiatif untuk membentuk sebuah komunitas yang tujuannya dapat menyalurkan hobi dan bakat para generasi penerus di segala bidang dengan tujuan yang baik serta mengedukasi dan menjaga nilai – nilai kearifan budaya local. Ditengah kemerosotan nilai kebudayaan di penjuru Indonesia, maka Seni Pemersatu jiwa tampil dengan segala kerendahan hati dan I’tikad yang baik mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut bergabung dalam misi menjaga budaya dan kearifan local nusantara.Seni Pemersatu jiwa yang beralamat di Jl. Syech Ismail II No. 12 Kel.Teladan Kab.Asahan juga bekerja sama dengan Humaniora Foundation dan Humaniora the art of stage and broadcasting, yayasan yang dibentuk oleh Eddie Karsito yang berkedudukan di Jakarta.dengan adanya kerjasama ini diharapkan agar terjadi saling tukar informasi, motivasi dan edukasi.
Saat ini komunitas Seni Pemersatu Jiwa sudah memulai langkah dengan Bismillah dan hati yang bersih mengajak masyarakat dimanapun berada untuk ikut berkontribusi dalam melestarikan budaya.Dan salah satu saran yang digunakan dan sedang dipersiapkan saat ini adalah melalui media film.Karena film salah satu sarana paling efektif untuk menyebarkan pesan kebaikan dan edukasi. Melalui media film ini nanti juga diharapkan agar Asahan lebih dikenal dan membuat orang tertarik untuk dating ke Asahan. Dan juga dengan melibatkan masyarakat baik itu sebagai pemeran ataupun tim  produksi diharapkan dapat terjadi transformasi edukasi dan terciptanya para sineas – sineas dari Asahan serta menggelorakan lagi minat masyarakat untuk ikut membangun potensi yang ada di Asahan. Juga diharapkan akan  terciptanya film – film lain di Asahan yang tentu saja akan berdampak positif untuk daerah. Seni Pemersatu Jiwa juga akan mewadahi segala kreatifitas masyarakat dan tentu saja dengan tujuan untuk kembali menggali dan menjaga nilai – nilai kearifan local dan budaya yang semakin memudar.seperti kata pepatah melayu :

Lebat daun bunga tanjung  
Berbau harum bunga cempaka
Adat dijaga pusaka dijunjung
Baru terpelihara adat pesaka
 

Dengan meninjau kepada permasalahan-permasalahan yang terkait dengan rasa cinta terhadap bangsa   di lingkungan generasi muda, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut maka diadakan    upaya-upaya untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas di berbagai  bidang yang ada, dengan tujuan :

  • · Terbentuknya generasi yang mencintai kebudayaan dan mampu berkarya secara kreatif.
  •            Terwujudnya manusia  berbudaya.
  •      Lahirnya generasi  yang komitmen dan mempunyai kompetensi terhadap kebudayaan yang mampu memberi manfaat  dalam masyarakat.





Friday, 29 May 2015

Berhenti Mengeluh ( LIFE IS PROCESS )

Ingatlah ketika Anda masih kecil, dan mencoba belajar berjalan.  saya yakin anda mengalami seperti ini:
Pertama Anda harus belajar untuk berdiri: sebuah proses yang melibatkan seluruh tubuh, jatuh lalu kembali berdiri. Anda kadang tertawa serta tersenyum, tapi dilain waktu anda menangis dan meringis karena sakit. Entah, seperti ada tekad dan keyakinan dalam diri Anda bahwa Anda akan berhasil, apa pun dan bagaimanapun. Anda punya motivasi dalam diri Anda
Setelah banyak berlatih akhirnya Anda mengerti bagaimana keseimbangan diri Anda, sebuah persyaratan untuk kejenjang berikutnya. Anda menikmatinya dan seolah-olah punya kekuatan baru, punya motivasi baru. Anda akan berdiri dimana Anda suka – di tempat Anda, di sofa, di pangkuan ibu Anda, Bapak anda, atau pun seseorang. Itu adalah waktu yang menggembirakan – Anda melakukannya! Anda dapat mengontrol diri Anda. Anda tersenyum dan tertawa lucu, puas akan keberhasilan Anda.  Sekarang – langkah berikutnya – berjalan. Anda melihat orang lain melakukannya – ini keliatannya tidak terlalu sulit – hanya memindahkan kaki Anda saat Anda berdiri, kan?

Salah – ternyata lebih kompleks daripada yang Anda bayangkan. Anda berurusan dengan rasa frustasi. Tapi Anda terus mencoba, mencoba lagi dan mencoba lagi dan lagi sampai Anda tahu bagaimana berjalan. Anda selalu ingin kedua tangan anda diberi pegangan saat berjalan.
Jika orang melihat Anda berjalan, mereka akan bertepuk tangan, mereka tertawa, mereka akan memberi semangat, “Ya Tuhan, lihatlah apa yang dia lakukan”. “Oh anakku sudah bisa berdiri”. “pandainya anakku, pintarnya anakku” dan lain-lain. Dorongan ini memicu Anda; dorongan itu menambah rasa percaya diri Anda. Dorongan itu memotivasi Anda

Namun meski begitu, Andapun mencoba berjalan saat tak ada yang melihat Anda, saat tak ada yang bersorak-sorai? Setiap peluang ada, Anda berlatih untuk berjalan.  Anda tidak bisa menunggu seseorang untuk memotivasi Anda untuk mengambil langkah-langkah berikutnya. Anda belajar bagaimana untuk memotivasi diri sendiri.
Jika kita bisa mengingat hal ini tentang diri kita di hari ini.
Ingat bahwa kita bisa melakukan apapun yang kita pikiran. Kita mampu mengatur jika kita mau dan bersedia melewati proses, seperti ketika kita belajar berdiri, seperti ketika kita belajar berjalan. Kita tidak perlu menunggu orang lain untuk memotivasi kita, kita perlu memotivasi diri kita sendiri.
Jika Anda sudah lupa bagaimana melakukan hal ini, atau merasa seperti beku, kaku dan gamang. Maka Anda membutuhkan motivasi, ambillah kembali perjalanan singkat dalam hidup Anda yang telah lewat – Lihatlah prestasi Anda, tidak peduli prestasi besar atau prestasi kecil – atau saat-saat dimana Anda bertemu dengan tantangan dan menemukan cara untuk berhasil. 

Ulanglah keberhasilan itu saat ini, saat anda menghadapi permasalahan yang sedang anda hadapi.Fokus pada semua hal yang Anda pikir Anda tidak bisa lakukan, kemudian lakukanlah. Lihatlah buah hati anda. Mereka tidak pernah menyerah. Dan mereka yakin serta percaya terhadap anda, bahwa anda mampu dan bisa.  Mereka percaya di dalam semua kehidupan Anda!
Sekarang Anda harus percaya pada diri Anda! Yakinkan pada hati Anda Bahwa Anda pasti bisa.

“Ingat, hari ini adalah hari terbaik dalam hidup Anda, milikilah masa depan yang indah, dengan membuat perubahan hari ini!

Wednesday, 20 May 2015

Goresan 20 Mei 2015

Apalah tanda batang putat
Batang putat bersegi buahnya
Apalah tanda orang beradat
Orang beradat tinggi marwahnya

Bahagianya hati ini, kami yang terlahir dan besar di tanah Asahan ( Tanah Melayu Beragam Suku ). Membuat proses tumbuh-kembang pribadi kita menjadi kuat, menjadi pribadi pemuda yang kokoh dan senantiasa ingin belajar dan memperbaiki diri untuk menjadi generasi baru, yang nantinya akan meneruskan tampuk kepemimpinan Bangsa.

Tidak sedang menyombongkan diri, atau melebihkan eksistensi anak-anak Asahan. Tetapi memang demikianlah adanya, kami tumbuh dan berkembang bersama di kehidupan  yang telah ter-metamorfosa di dalam adat yang menjadi warna indah dalam keseharian kami dalam keBhineka Tunggal Ika an
Sampai kapan-pun, selama masih ada para pemuda - pemudi yang mencintai budayanya dan menjalani hidup berdasarkan hukum dan kaidah yang ada, Maka selama itu pula tanah Asahan ini akan terjaga ketentramannya. .

Jika kita tidak bergalah
Jangan takut membentang kajang
Jika kita tidak bersalah
Jangan takut ditentang orang


Memang, kami senantiasa dinasihati oleh orangtua kami untuk senantiasa berbuat baik tanpa mengharap imbal jasa. Itu pun telah kami lakukan sedemikian rupa dalam kehidupan kami sehari-hari. Tetapi hal itu tentunya tidak dapat dijadikan alasan agar kami hanya berdiam diri, tanpa berikhtiar.


Para generasi penerus seperti kami harus digarap dan dipersiapkan sejak saat ini, agar kelak benar-benar mampu tampil sebagai putra-putri pemimin Bangsa yang handal dan mampu memenuhi harapan masa depan masyarakat. Pemberdayaan pemuda perlu dilakukan dengan berbagai cara dan di berbagai sektor pembangunan, agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat dan cerdas. Sehingga kelak dapat menjadi tokoh-tokoh masyarakat, pelaku bisnis dan dunia kerja yang berdaya saing tinggi, serta jujur dan mandiri, untuk dapat membawa Bangsa ke arah kejayaan. Bukan ke arah keterpurukan.

Adalah tugas bersama pemerintah dan masyarakat untuk membina dan memberdayakan pemuda sejak saat ini. Tidak hanya melalui lembaga pendidikan formal, tetapi juga lembaga pendidikan non formal. Tidak hanya melalui keluarga, tetapi juga melalui lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan dan kepemudaan yang ada.

Jangan salahkan pemuda yang tidak siap menghadapi masa depan, jika kita tidak pernah membina dan memberdayakan mereka secara maksimal.


Jangan salahkan pemuda jika kelak mereka tidak siap memimpin Bangsa dengan cara yang benar, jika kita tidak memberi contoh yang baik dan mempersiapkan serta memberi kesempatan pada mereka untuk belajar memimpin sejak sekarang. Semoga melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, semangat kebangkitan Budaya Asahan akan senantiasa terjaga, yaitu semangat membangun negeri dengan cara yang baik dan benar, cara yang santun dan beradab.

Monday, 18 May 2015

MENUJU KEMANUSIAAN SEJATI; MEMANUSIAKAN MANUSIA

Manusia adalah makhluk yang memikul amanah. Mengemban tugas-tugas keagamaan (tertib). Mengenali bumi, menguasainya, dan kemudian memanfaatkannya dengan inisiatif moral insani, untuk menciptakan tatanan dunia yang baik. Dan para Rasul Tuhan telah meninggalkan warisan rohani agung, yang telah menaungi dunia dan memberi arah kepada kebudayaan dunia, yaitu budaya yang rahmatan lil’alamiin.
Warisan rohani yang agung (akhlaqul kariim) inilah, sebenarnya kebudayaan universal yang telah dimiliki bangsa Asahan selama ratusan tahun, ingin kami representasikan kembali melalui gerakan budaya yang kami sebut “KENALKAN BUDAYA ASAHAN PADA DUNIA.”
Sementara rencana produksi film “Annemie in Buitengewesten” hanya menjadi salah satu titian untuk menginspirasi dan memotivasi sahabat muda Asahan, di mana proses produksi film ini menjadi sarana edukasi bagi mereka dalam rangka peningkatan kompetensi, khususnya di bidang seni dan industri kreatif.
Dengan demikian terbukalah ruang bagi kita untuk secara aktif dan kreatif melakukan kegiatan budaya ini dengan tetap berpegang pada ‘tali Allah’ -- tidak terlepas dari substansi agama. Kemudian menempatkan fungsi agama sebagai “agen perubahan” (social change) menuju kemanusiaan sejati; memanusiakan manusia (humaniora).
Oleh karena itu, kami menghaturkan terima kasih kepada keluarga besar, anggota, pengurus dan seluruh unsur Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah, khususnya adik-adikku para intelektual muda, cendekiawan muslim, yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kisaran Asahan Sumatera Utara, yang telah mendedikasikan diri untuk kemajuan ranah budaya kita dalam bentuk Seminar Nasional “KENALKAN BUDAYA ASAHAN PADA DUNIA.” Berlangsung di Aula Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ( STIE ) Muhammdiyah Kisaran, Jum’at 1 Mei 2015.
Seminar dibuka oleh Ketua PD Muhammadiyah Asahan, Sutrisno S.Sos dan ditutup oleh Ketua PC Muhammadiyah Kisaran Timur, Drs.Mukhtasar Mpd. Menampilkan tiga pembicara; Muhammad Syafii Pasaribu (Serambi Islam Institute), Asrial Mirza (Ketua Komunitas Seni Pemersatu Jiwa), dan Eddie Karsito (Ketua & Pendiri Humaniora Foundation). Bertindak sebagai Moderator Affandi Rosyidi.

bersama kita bisa – Indonesia kreatif rahmatan lil’alamiin
salam seni pemersatu jiwa _ By. Eddie Karsito